Sabtu, 01 Agustus 2009

Antisipasi Serangan Virus

Dunia IT sekarang udah makin berkembang, Milyaran komputer sekarang udah saling terhubung baik itu secara langsung maupun tidak. Perkembangan tersebut emang bikin bangga (udah kaya iklan!!), tapi ada permasalahan lain yang muncul seiring perkembangan tersebut. Penyebaran makhluk yang bernama virus inilah yang menjadi permasalahan baru dari perkembangan dunia teknologi tersebut.

Ada banyak cara untuk mengantisipasi serangan makhluk manis ini. Berikut saya tuliskan 10 langkah, tapi masih banyak lho cara-cara yang lainnya, untuk antisipasi serangan makhluk tersebut :


1. Gunakan program antivirus yang bagus.
Sekarang ada banyak banget antivirus, dan masing-masing punya kelebihan ataupun kekurangannya. Untuk itu sebelum kita ngistall antivirus tersebut, ada baiknya mencari tahu dulu antivirus mana yang menurut kita paling baik. Kita bisa cari informasinya di internet, majalah ataupun menurut pengalaman orang-orang yang pernah menggunakan antivirus tersebut.

2. Ingatlah untuk selalu menggunakan antivirus tersebut setiap kali menggunakan komputer.
Percuma kan kalo kita udah nginstall antivirus tapi komputer/laptop kita ga diptotect secara terus menerus??. Hentikan kebiasaan menjalankan antivirus bila diperlukan saja, kalo perlu jadiin antivirus tersebut sebagai salah satu start up di komputer/laptop kita.

3. Selalu update antivirus anda.
Setiap hari selalu ada antivirus baru yang diciptakan untuk merusak sistem komputer. Dan database dari setiap antivirus juga selalu terupdate untuk mengantisipasi virus-virus baru tersebut. Jadi rutinlah untuk mengupdate database dari antivirus yang anda gunakan.

4. Pastikan sistem operasi kita selalu dalam keadaan ter-update.
Virus selalu mengincar lubang keamanan yang ada di sistem operasi kita, oleh karena itu sistem operasi selalu mengupdate versinya. Selain itu, dengan meng-update sistem operasi maka keadaan komputer kita akan selalu stabil. Update pula program-program yang terpasang di komputer anda. Karena itu juga bisa menjadi celah bagi masuknya virus.

5. Lakukan backup data secara rutin.
Hal ini untuk mencegah anda kehilangan data-data penting pada komputer/laptop anda.

6. Selalu lakukan scanning virus pada media penyimpanan yang masuk ke komputer anda.
Selalulah beranggapan bahwa komputer yang digunakan oleh banyak orang terinfeksi virus agar anda selalu waspada. Selain itu non-aktifkan juga fungsi autorun untuk media penyimpanan pada komputer/laptop anda. Hal ini memudahkan anda untuk melakukan scanning manual terlebih dahulu sebelum media penyimpanan tersebut masuk ke komputer/laptop anda.

7. Waspadalah terhadap file attachment yang ada pada email.
Sampai saat ini email merupakan media yang paling digemari untuk pengiriman virus. Selalu lakukan scanning dengan program antivirus sebelum anda membuka file attachment.

8. Gunakan email berbasis teks dalam ber-email.
Menggunakan email dengan format html memang paling disukai olah banyak orang, karena dengan format ini kita bisa membuat tampilannya jadi lebih menarik. Namun sayangnya, format ini juga disukai oleh virus untuk menyebarkan dirinya. Virus dapat menempel pada kode html yang ada pada body, sehingga anda akan terinfeksi hanya dengan membuka email tersebut. Sementara itu, pada email berbasis teks virus hanya dapat menempel pada lampiran saja.

9. Berhati-hatilah dalam menginstall program gratisan yang ada pada dunia maya.
Jika anda ingin men-download software-software gratisan, maka download lah dari situs yang terpercaya berdasarkan review banyak orang. Dan lakukanlah scanning installer program tersebut sebelum diinstall pada komputer/laptop anda.

10. Hati-hati terhadap link yang disebar melalui messenger.
Jangan pernah menerima undangan untuk berkunjung ke suatu situs dari orang yang tidak begitu anda kenal. Bisa jadi orang tersebut akan mengarahkan anda ke suatu situs yang banyak mengandung virus. Hati hati pula dalam melakukan surfing ke alamat alamat web yang tidak jelas isinya. Karena bisa jadi virus tersebut telah disisipkan pada kode html-nya

Senin, 27 Juli 2009

IBM Usung Teknologi Baru yang Hemat Energi



IBM meluncuran produk baru yang dapat mengatasi tantangan utama di pusat data, yaitu biaya listrik tinggi dan pengelolaan teknologi informasi yang optimal seperti penggunaan prosesor yang menganggur atau tidak digunakan secara optimal. Produk tersebut dapat mengurangi biaya energi hingga 93 persen.

Demikian diungkap Fetra Syahbana, Country Manager System & Technology Group IBM Indonesia saat konferensi pers Peluncuran Produk Baru IBM di Jakarta, Kamis (23/4).

"Keadaan bisnis saat ini memaksa para profesional TI di setiap industri untuk mengonsolidasikan, menvirtualisasikan, dan mendukung berbagai jenis platform, bauran sistem operasi, perangkat keras, middleware dan aplikasi. Dan sebagian besar perusahaan tidak dapat menemukan satu solusi yang dapat mengatasi semua masalah yang mereka hadapi," jelas Fetra.

Produk baru terserbut adalah teknologi iDataPlex, blade, rak x86 System x, dan piranti lunak pengelolaan generasi baru untuk menciptakan infrastruktur yang dinamis, terjangkau dan mudah dikelola.

Ferta juga menjelaskan bahwa produk andalan IBM tahun ini mempunyai performa komputasi mencapai dua kali lipat lebih tinggi dan dapat mendukung lebih banyak memori, penyimpanan dan I/O agar memudahkan pelanggan bertransisi ke sumber daya komputasi yang tervirtualisasi dan sangat efisien. Server rak dan Blade System x unggul di industri dengan opsi memori 96GB hingga 1TB.

Ketiga produk unggulan yang menopang Teknologi System x generasi terbaru prosesor Intel Xeon Seri 5500 adalah IBM BladeCenter HS22, IBM System x3650 M2 dan x3550 M2, IBM System x iDataPlex dx36 0 M2.

IBM BladeCenter HS22 merupakan server yang efisien dan dirancang untuk menjalankan berbagai jenis beban kerja. Salah satu fitur unggulan HS22 ini adalah memorinya yang tiga kali lebih besar dari model sebelumnya, sehingga memungkinkan HS22 untuk mem proses transaksi dua kali lipat lebih banyak per menitnya.

Bahkan, pelanggan dapat mencapai rasio pengkonsolidasian 11-banding-1 ketika memigrasikan server-server rak dan blade yang lama ke server blade HS22, selain menghemat biaya energi lebih dari 93 persen.

Selain itu, dua storage bay internalnya yang berkemampuan hot-swap menawarkan pilihan SAS, SATA, atau solid state option. HS22 juga menawarkan kehandalan terbaik di kelasnya dan kompatibel dengan semua BladeCenter kelas enterprise dan office chassis, melindungi investsai pelanggan di BladeCenter.

Kedua, IBM System x3650 M2 dan x3550 M2. Produk ini dibangun dengan desain energi pintar yang baru untuk menyederhanakan pendistribusian daya dan mengurangi energi yang hilang, server-server kelas enterprise dengan socket ganda ini dapat mengurangi listrik yang digunakan, dan dilengkapi power supply yang sangat hemat biaya dengan standar di atas 80 Plus Gold, kipas angin dapat berputar berlawanan arah, altimeter, dan pengelolaan daya canggih.

Inovasi-inovasi ini memungkinkan konsumsi energi yang lebih rendah, dan biaya energi per tahun untuk pusat data kelas enterprise. Server-server ini juga menawarkan performa yang luar biasa dengan kecepatan komputasi hingga 6,4GT/detik, redundansi rancangan dan opsi keamanan yang unik.

Ketiga, IBM System x iDataPlex dx360 M2. Produk IBM selanjutnya ini dirancang khusus untuk pusat data yang membutuhkan performa tinggi namun memiliki keterbatasan ruang lantai, daya dan infrastruktur pendinginan. Selain itu, ia juga menawar kan densitas komputasi lima kali lebih tinggi dibanding server rak 1U di pusat data, dan dapat mendinginkan pusat data 70 persen lebih efisien dengan fitur Rear Door Heat Exchanger.

Salah satu server System x dan BladeCenter generasi terbaru, dx360 M2 secara signifikan mengurangi biaya operasional, mudah dikelola dan diintegrasikan untuk penskalaan kilat guna mengatasi tantangan bisnis teknologi informasi saat ini.

Lebih lanjut Fetra memaparkan, untuk melengkapi jajaran server rak, blade dan iDataPlex-nya, IBM juga akan meluncurkan solusi-solusi menara yang telah dioptimalkan di kwartal ke-2. Menara-menara ini akan dapat mengatasi tantangan menjalankan TI berperforma tinggi di mana keamanan, serviceability, kemudahan penggunaan dan kehanda lan sangat penting.

Sistem-sistem yang baru ini memanfaatkan fitur dan performa jajaran prosesor Intel yang baru. Sistem baru tersebut adalah IBM Systems Director 6.1, Unified Extensible Firmware Interface (UEFI), Integrated Management Module (IMM), dan I BM ToolsCenter.

IBM Systems Director 6.1 yang baru menyediakan alat-alat bertenaga besar untuk mengelola sumber daya fisik maupun virtual, mudah digunakan dan memiliki antarmuka berbasis web dengan tutorial/ wizard yang terintegrasi, seperti Systems Directo r Active Energy Manager.

Sistem ini juga mendukung berbagai platform, termasuk IBM Power Systems, System z, penyimpanan dan server x86 non-IBM x86, serta dapat mewujudkan penghematan biaya hingga 34,5 persen untuk server Windows dan 43,8 persen untuk serv er x86 Linux. UEFI adalah generasi terbaru BIOS yang konsisten di seluruh portofolionya dan memungkinkan opsi penkonfigurasian jarak jauh yang lebih terperinci.

Selasa, 21 Juli 2009

Kaspersky Patenkan Teknologi Baru Deteksi Virus

Perusahaan solusi keamanan komputer, Kaspersky Lab, telah mempatenkan teknologi informasi keamanan mutakhir mereka di Amerika. Teknologi ini secara efektif mendeteksi dan menghapus software jahat dan memindahkan setiap jejak dari efek yang ditimbulkan dengan menjalankan skrip secara otomatis.

Teknologi itu ditemukan oleh Oleg Zaytsev, Spesialis Teknikal Senior Kaspersky Lab. Paten untuk teknologi baru ini dan implementasinya terdaftar dengan No. 7 540 030 oleh Biro Paten Amerika pada 26 Mei 2009.
Teknologi Kaspersky buatan Zaytsev mengkombinasikan teknologi yang sudah ada dan teknologi baru untuk menangkis serangan software jahat. Hasilnya adalah metode otomatis untuk mengolah data dalam jumlah besar.
Sistem buatan Zaytsev secara otomatis mengumpulkan statistik dalam program dan aktivitasnya. Informasi dikumpulkan dari event logs, hasil sistem pemindaian, dan pencatatan pengguna pada file yang dikarantina.
Data ini secara otomatis menghasilkan skrip untuk menghapus ancaman dan menganalisanya secara lebih mendalam.
Skrip itu bisa ditingkatkan pula oleh spesialis Kaspersky pada kasus kemungkinan sistem tak memiliki pengetahuan yang cukup untuk mengembangkan dan mengambil keputusan dalam situasi yang kompleks.
“Teknologi ini membantu meningkatkan waktu respon terhadap ancaman baru yang muncul dan mengefektifkan komunikasi pengguna dengan dukungan layanan teknis,” ujar Zaytsev dalam siaran persnya hari ini.

Jumat, 17 Juli 2009

Enkripsi WPA Jaringan Nirkabel Dipecahkan

Para peneliti telah menemukan metode untuk menembus fitur enkripsi yang biasa digunakan untuk mengamankan sistem jaringan nirkabel. Metode ini dilakukan tanpa perlu melakukan dictionary attack atau brute force (mencoba berbagai kombinasi untuk mencoba menebak sandi yang digunakan). Detil lengkapnya akan didiskusikan pada konferensi tahunan yang ke-6 PacSec di Tokyo minggu depan.

Berdasarkan informasi PCWorld, dua orang peneliti bernama Erik Tews dan Martin Beck telah menemukan cara untuk membobol Temporal Key Integrity Protocol (TKIP) yang digunakan pada enkripsi Wi-Fi Protected Access (WPA). Canggihnya mereka dapat memecahkan enkripsi TKIP dalam waktu sekitar 15 menit saja. Perlu diperhatikan bahwa pemecahan enkripsi ini hanya berlaku untuk data yang ditempatkan dienkripsi dari PC ke access point, mereka tidak memecahkan kunci enkripsi yang digunakan untuk mengamankan data yang sudah dienkripsi sebelumnya dari PC (contohnya HTTPS, SFTP dll).

TKIP sebelumnya sudah diketahui memiliki kelemahan terhadap dictionary attack, tetapi metode yang dijelaskan oleh Tews dan Beck tidak menggunakan dictionary attack melainkan memanfaatkan data dari access point yang menggunakan WPA dan dikombinasikan dengan trik matematika yang akhirnya memecahkan kode enkripsi tersebut.

Beberapa elemen pemecahan kode enkripsi telah dimasukkan ke dalam aplikasi Aircrack-ng (link sengaja dihapus), yang merupakan aplikasi buatan Beck sendiri untuk membantu pihak keamanan jaringan dalam melakukan tes penetrasi.



Tew bukanlah orang baru dalam praktik pemecahan enkripsi Wi-Fi. Pada tahun 2007 dia berhasil memecahkan 104-bit WEP (Wired Equivalent Privacy). Proteksi WEP yang digunakan oleh perusahaan besar Amerika Serikat TJX untuk mengamankan transmisi jaringan nirkabel mesin kasir dari toko mereka, berhasil ditembus oleh beberapa kriminal yang memanfaatkan kelemahan enkripsi tersebut, menyebabkan kebocoran data terbesar dalam sejarah Amerika.

Oleh karena fitur enkripsi WEP dan WPA tidak lagi sanggup untuk menjaga keamanan tansmisi data wireless, para pakar menyarankan kepada semua pihak untuk menggunakan WPA2. Akan tetapi apabila PC/laptop Anda belum mendukung enkripsi WPA2, Anda juga dapat mengamankan jaringan nirkabel Anda dengan memilih enkripsi AES menggantikan TKIP yang biasanya menjadi metode enkripsi default WPA.

ArsTechnica memiliki sebuah artikel yang membahas celah keamanan TKIP secara mendalam. (via CNet)

Sabtu, 11 Juli 2009

Antivirus Pertama Berbasis Cloud

Sepertinya layanan berbasis cloud computing kedepan akan semakin banyak diadopsi. Baru-baru ini perusahaan keamanan asal Spanyol Panda Security yang terkenal dengan produknya Panda Internet Security dan Panda Antivirus, memperkenalkan konsep antivirus yang belum ada sebelumnya, yaitu menempatkannya di cloud. Panda Cloud Antivirus BETA telah dikembangkan selama tiga tahun dan diharapkan dapat memberikan sistem keamanan yang lebih baik dan mudah kepada para penggunanya. Rencananya pihak Panda ingin antivirus ini dapat dipakai secara cuma-cuma, tidak hanya saat beta saja tapi sampai keluar dari versi beta Anda masih bisa menggunakannya dengan gratis.

Pada dasarnya cloud computing adalah sebuah lingkungan/ platform yang dirancang bagi para pengguna untuk dapat mengakses aplikasi dari berbagai perangkat yang terhubung dengan internet dari belahan dunia manapun yang secara drastis mengurangi tenaga untuk memproses (processor) dan meningkatkan produktivitas.



Pihak Panda menggunakan teknologi keamanan milik mereka sendiri bernama 'Collective Intelligence' pada Cloud Antivirus ini sehingga dapat memberikan proteksi tingkat tinggi yang real time, dan mengurangi penggunaan sumber daya sistem komputer Anda. Teknologi ini adalah sebuah database dapat mendeteksi virus, malware, rootkit, dan heuristics. Karena aplikasi ini berada di internet, maka Cloud Antivirus tidak membutuhkan sistem untuk update definisi virus seperti halnya di antivirus tradisional. Sampel virus baru didapat dari jutaan pengguna aplikasi keamanan mereka untuk mendeteksi malware baru lebih cepat, dimana Collective Intelligence dapat melakukan klasifikasi malware baru dalam waktu kurang dari enam menit, sehingga per harinya mereka dapat menangani 50000 sampel baru.

Saat melakukan proses pindai (scan) Cloud Antivirus akan bekerja dengan melakukan klasifikasi terhadap ancaman yang ada, file yang bisa dieksekusi (.exe) akan dijadikan prioritas utama untuk diperiksa dibandingkan dengan yang tidak. Kecepatan pindainya juga mengagumkan, berdasarkan pernyataan dari pihak Panda, karena proses pindai dilakukan melalui server PandaLab, maka tingkat deteksinya menjadi lebih tinggi. Lalu pastikan selama proses pindai komputer Anda terus terhubung ke internet.





Cloud Antivirus memang masih dalam tahap beta, tapi sudah bisa Anda coba pakai. Untuk mencobanya Anda harus mengunduh aplikasi client-nya yang hanya berjalan pada sistem operasi Windows XP dan Vista (32bit) dengan rencana kedepannya dukungan untuk Windows 7.

source : udaramaya.com