Senin, 25 Mei 2009

'Liquid Browsing' memberi gambaran keseluruhan

Bagaimana kita mengoperasikan sebuah mouse untuk bergerak di lingkungan tampilan grafis seperti Windows semuanya dipelajari manusia tahun-tahun terakhir ini. “Manusia berpikir secara asosiatif. Ia membandingkan satu hal dengan hal lainnya yang serupa. Komputer berbeda. Kekuatannya adalah kemampuan sinkronisasi tanpa akhir melalui bit dan bytes”, papar Waldeck.

Image

Tatanan Baru: Navigasi dalam 7 Dimensi
Liquid Browsing mengubah daftar dan tabel menjadi kumpulan bulatan. Pada sumbu Y entri-entri tersusun secara alfabetis, sementara sumbu X disusun berdasarkan tanggal. Bulatan yang letaknya semakin ke kanan dari sebuah objek menunjukkan semakin baru file tersebut.

Image
SULAP Daftar biasa berubah menjadi kumpulan bulatan pada Liquid Browsing. Ketika penunjuk mouse memilih sebuah objek, objek lainnya secara otomatis akan menyingkir.

Ukuran bulatan menunjukkan besar-kecilnya file. Info lainnya dapat dikemas dalam gerak horizontal atau vertikal dan parameter visual seperti warna, opasitas, atau tekstur bulatan. Hingga 7 dimensi informasi dapat ditampung dengan metoda ini.

Kesadaran tersebut mengantarnya ke sebuah software yang membuat bulatan-bulatan sebagai representasi dari tabel-tabel. Setiap objek diwakili oleh sebuah bulatan dalam sistem koordinat 2D. Pada sebuah database film, sebagai contoh penggunaan yang dilakukan oleh para ilmuwan, sumbu X menunjukkan tahun produksi dan sumbu Y adalah posisi film dalam Top 100. Sebagai variabel ketiga, ukuran bulatan misalnya, menunjukkan durasi film tersebut.

“Mata kita adalah organ yang sangat potensial, yang belum dimanfaatkan sepenuhnya”, kata Waldeck. Dengan metoda yang baru ini, kita tetap tidak kehilangan arah meskipun ada banyak objek. Setelah tabel disortir ulang, karakteristik data dapat dikenali dalam sekali pandang.

Selama ini, grafik ‘scatter graph’ semacam itu memiliki kelemahan. Bulatan-bulatan sering saling bertumpuk sehingga ada yang tertutup oleh bulatan lainnya. Liquid Browsing yang baru dikembangkan menjanjikan solusinya. Ketika pengguna mendekati sebuah objek, secara otomatis semua objek lain di sekitarnya akan menyingkir. Dengan demikian, tampilan menjadi lebih jelas dan tidak membutuhkan banyak tempat pada display.

Tahun ini juga perusahaan iVerse.org akan memasarkan aplikasi-aplikasi pertama yang menggunakan metoda di atas—pertama untuk Mac, selanjutnya untuk PC dan perangkat bergerak. Pemasaran ini sekaligus merupakan uji coba tambahan yang penting bagi para ilmuwan. Di sini akan terlihat apakah pengguna menyukai konsep pengoperasian yang baru tersebut atau tidak.

Cara baru mencari informasi
“Gol oleh van Nistelrooy! Ini adalah golnya yang ke-150 untuk Manchester United atau yang ke-21 musim ini.” Suara sang reporter olahraga terdengar tenang tetapi berbobot. Begitu ada yang terjadi di lapangan hijau, ia langsung siap dengan informasi yang berhubungan—tentu isinya juga harus benar.
Di sini ‘SWAPit’ dapat membantu. Tool dari Institut Fraunhofer untuk Informatika Terapan (FIT) ini dapat menampilkan teks informasi dari berbagai sudut pandang kepada pengguna. Berita-berita olahraga yang ditemukan untuk tema-tema tertentu ditampilkan pada semacam peta dan secara otomatis dikelompokkan berdasarkan kesamaan yang ada.

0 komentar: